Cara Penghitungan Kalor - Perubahan energi panas (kalor yang diterima atau kalor yang diberikan) suatu benda tidak dapat diukur secara langsung, namun dapat dihitung. Kalor jenis dapat dipakai untuk penghitungan kalor tersebut. Misalnya, kita meletakkan benda yang panas di kalorimeter seperti Gambar dibawah ini. Dengan mengukur kenaikan suhu air dalam kalorimeter, kita dapat menghitung kalor yang diterima air.

Sekarang anggap saja kita mengambil 32 g sendok perak dari sebuah panci yang berisi air dengan suhu 60 ^oC dan biarkan dingin hingga mencapai suhu kamar, yaitu sekitar 27^oC. Kita akan memiliki cukup informasi untuk menemukan kalor yang dikeluarkan oleh sendok dengan menggunakan persamaan di bawah ini.
Cara Menghitung Kalor - Simbol Δ (delta) berarti “perubahan,” jadi ΔΤ adalah perubahan suhu. “Perubahan” yang ditunjukkan oleh Q, merupakan simbol perubahan energi panas (benda menerima kalor atau melepas kalor).

Soal Contoh Tentang Cara Penghitungan Kalor :
Sebuah sendok perak yang massanya 32 g didinginkan dari 60 oC menjadi 20 oC. Berapakah kalor yang dilepaskan oleh sendok itu?
Langkah-langkah Penyelesaian:
1. Dik : Massa sendok, m = 32 g = 0,032 kg
Sendok terbuat dari perak.
Kalor jenis, C, perak adalah 235 J/(kg.K).
Suhu awal, T awal = 60 oC
Suhu akhir, T akhir = 20 oC
ΔΤ = 20 oC - 60 oC = -40 Co = -40 K
2. Ditanyakan : Perubahan energi panas (kalor yang dilepas), Q
3. Gunakan persamaan Q = m x C x ΔΤ.
4. Penyelesaian:
Q = m x C x (Takhir - Tawal)
Q = 0,032 kg x 235 J/(kg.K) x -40 K
Q = - 301 J
Sendok melepas kalor sebesar 301 J sehingga sendok itu menjadi lebih dingin.
Semoga artikel nya bermanfaat, dan terimakasih telah berkunjung dalam artikel tentang cara menghitung kalor - panas